AIKIDO DAN ISLAM

osensei2a

 

” Aikido tidak diperuntukkan bagi suatu negara atau orang orang tertentu. Aikido ditujukan untuk memanifestasikan karya Tuhan”,  (Golden Words dari O Sensei Morihei Ueshiba).

 

 

Aikido sebagai sebuah budo (jalan beladiri) secara ringkas dapat didefinisikan sebagai cara untuk mengharmonisasikan jiwa, pikiran dan tubuh, dan tidak seperti beladiri lainnya yang cenderung untuk menyerang, menghancurkan dan ‘menang’ karena mengalahkan lawannya.

ryoteAikido secara alami memanfaatkan kekuatan serangan yang datang dan mengelola serangan tersebut kearah harmonisasi gerakan nage (yang diserang). Hal ini menjadi sebuah bentuk pendidikan harmonisasi yang integral antara gerak tubuh, jiwa dan pikiran nage dalam mengelola konflik yang datang  dari uke (penyerang) sekaligus melakukan kontrol terhadap lingkungan/tempat dimana eksekusi dilakukan. Gerak harmonisasi tersebut tentunya dimaksudkan bukan untuk berakhir dengan ‘hancur/kalah’nya uke ataupun lingkungan yang rusak, melainkan kemenangan bagi kebaikan universal itu sendiri, win win solution, selaras yang pernah dikatakan oleh O Sensei :

” A mind to serve for the peace of all human beings in the world is needed in Aikido, and not the mind of one who wishes to be strong or who practices only to fell an opponent”

Bahkan terkait teknik Aikido pun O Sensei pernah menjelaskannya sebagai berikut :

osensei_throw“Semua teknik Aikido harus dihubungkan dengan prinsip-prinsip universal. Teknik-teknik yang tidak dihubungkan dengan prinsip-prinsip yang lebih tinggi akan menyerang balik diri sendiri dan merobek tubuhmu. Dalam Aikido, perubahan adalah inti dari teknik. Tidak ada bentuk dalam Aikido. Karena tidak ada bentuk, Aikido adalah belajar atas roh dan semangat. Jangan tertangkap oleh bentuk, jika kamu tertangkap, kamu kehilangan semua perbedaan-perbedaan halus yang berfungsi dalam teknik-teknik. Dalam Aikido, ketajaman spiritual adalah nomor satu, reformasi dari hati adalah kedua. Sebuah teknik sejati didasari pikiran yang sejati dan benar. Gunakan tubuhmu untuk memanifestasikan roh dalam bentuk fisik”  (Seni Damai -The Art of Peace, halaman 57).

Oleh karena itu O Sensei mengatakan bahwa aikido adalah spiritual martial art, yang tidak tercermin dalam objek objek fisik  yang akan memancing pertikaian tiada akhir karena pertentangan dua kekuatan, melainkan menekankan pada tahapan yang lebih tinggi yang didasari oleh cinta dan tidak pernah berusaha untuk mencari musuh.

Hal tersebut selaras dengan Islam yang berarti kebaikan/keselamatan dan maksud pengutusan Rasulullah Muhammad S.A.W sebagai rahmat bagi semesta alam, sebagaimana Firman Allah S.WT dalam Surah Al- Furqon Ayat 63 :

25_63

“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik”, (25:63)

dan Surah Al-Anbiya Ayat 107 :

21_107

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”, (21 :107).

kumanoBudo yang kental dengan pesan religius ini tentunya tidak terlepas dari latar belakang perjalanan hidup O Sensei. Beliau dilahirkan di Kumano Wakayama, lingkungan asri yang merupakan pusat peribadatan dan tempat kuil kuil agung dengan jajaran pegunungan yang luas, hutan hutan yang mempesona, dan air terjun yang indah. Sejak usia 5 tahun beliau selalu bangun jam 4 pagi untuk menemani ibunya, Yuki, beribadah dan ketika remaja beliau banyak menghabiskan waktunya untuk berziarah ke berbagai tempat pemujaan di kuil kuil pegunungan serta seringkali beliau melakukan misogi, ritual penyucian Shinto di beberapa air terjun dan samudera.

onisaburoPerkenalan O Sensei dengan salah seorang pendeta Omotokyo, Onisaburo Deguchi (1817-1947), yang sekaligus menjadi salah satu guru beliau, semakin mengasah aspek spiritualitas O Sensei. Omotokyo adalah agama yang sangat menekankan pada harmonisasi dan keadilan sosial bahkan Nao Deguchi (1836-1918), pendiri agama ini yang juga mertua dari Onisaburo Deguchi, pernah mengatakan, ” Hapus para Kaisar dan Raja-Raja serta Pemerintahan Bayangan, Hapus Kapitalisme, dirikan persamaan hak sejati, berdiamlah dalam hati Allah, dengan sederhana dan murni”, (Seni Damai -The Art of Peace, halaman 16).

Kecenderungan O Sensei terhadap religiusitas dan kemanusiaan ini bukan hanya sekedar konsep tetapi juga teraplikasikan dalam perjalanan hidup beliau, diantaranya :

tax1. Beliau pernah bertugas sebagai pegawai pajak dan diminta untuk menangani penarikan pajak terhadap masyarakat tani dan nelayan, tetapi beliau memilih mundur (resign) dari pekerjaan tersebut dan lebih memilih untuk memihak kepada rakyat karena hal tersebut bertentangan dengan hati nurani beliau walaupun secara peraturan negara  di ‘halal’ kan. Sikap beliau ini selaras sebagaimana yang pernah Allah S.W.T sampaikan dalam Surah Al-Baqorah Ayat 188 :

2_188

“Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui”, (2:188)

2. Pada tahun 1924 beliau bersama Onisaburo dan beberapa anggota Omotokyo lainnya membuat gerakan untuk menciptakan kedamaian dan kesejahteraan di dunia walaupun harus berhadapan dengan serangan para bandit dan penangkapan oleh tentara Cina. Beliau dengan tangan kosong menghadapi pertempuran hidup mati dengan para bandit tersebut dan bahkan tertangkap oleh tentara Cina, terantai dan dibawa kelapangan tembak melalui jenazah-jenazah yang baru dieksekusi, tetapi diselamatkan oleh penangguhan hukuman pada menit terakhir.

Sikap O Sensei untuk menyeru kebaikan dan menegakkan kebenaran ini sejalan dengan ajaran Islam sebagaimana Firman Allah S.W.T dalam Surah Ali-Imran Ayat 110 :

3_110

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”, (3:110).

3. Pada tahun 1964, beliau dikabari akan dianugerahi Ordo Matahari Terbit oleh Kaisar, dan pada saat itu beliau tampil sebagai citra ideal dari seorang abdi Tao, yaitu rambut dan jenggot putih panjang yang mengalir ke bawah, wajah yang tenang, sepasang mata yang berkilau dan senyum yang paling bahagia, (Seni Damai -The Art of Peace, halaman 34).

TAO-DOTaoisme yang sedikit banyak mempengaruhi kehidupan O Sensei adalah sebuah aliran kepercayaan yang dipelopori oleh Lao Zi (571 SM). Dalam salah satu penjelasannya tentang Tao, Lao Zi mengatakan bahwa “Sesuatu ada sebelum Langit dan Bumi tercipta, Sunyi dan Hampa, Esa dan Abadi dan senatiasa bergerak. Patut menjadi Ibu Semesta. Aku tidak tahu namanya, maka saya menyebutnya Tao”, (The Saying of Lao Zi-Kedamaian dari Guru Bijak, halaman 110) dan Aikido dengan unsur kanji Do atau Tao didalamnya, memperlihatkan adanya pengaruh konsep kebajikan Tao dari Budo Spiritual yang dibentuk oleh O Sensei ini.

Konsep kebajikanTao yang didalamnya mengajarkan akan ke Esa-an Pencipta dan Harmonisasi Alam, selaras dengan konsep islam sebagaimana tertera dalam Surah Ar-Ra’d Ayat 16 :

13_16

Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Jawabnya: “Allah.” Katakanlah: “Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudaratan bagi diri mereka sendiri?”. Katakanlah: “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”. (13:16)

dan Surah Al-Mulk Ayat 3 :

67_3

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?”, (67:3).

Berdasarkan beberapa uraian singkat diatas,  Aikido yang dikembangkan dari latar belakang dan karakter seorang  O Sensei sebagai Spiritual Martial Art , dan terkait hubungannya dengan ajaran Islam, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :

1. Prinsip yang terkandung dalam Aikido dekat hubungannya dengan ajaran Islam, bahkan beberapa tarekat keislaman diantaranya Darqawi Shadhili Qadiri dan Naqshbandi Haqqani merekomendasikan Aikido sebagai salah satu pilihan Budo bagi para pengikutnya.

ceramah2. Aikido dengan karakternya yang harmonis menjadi highly recommended Budo bagi para Da’i/Penyeru Dakwah didalam mengajak umat ke jalan yang baik dan benar, karena tampilan yang kasar dan keras dari seorang Da’i akan menjauhkannya dari umat, sebagaimana Firman Allah S.W.T dalam Surah Ali-Imran Ayat 159 :

3_159

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya”, (3:159).

bowsholat3. Aikido dengan pengaruh budaya Jepang didalamnya terbiasa melakukan penghormatan dalam bentuk membungkukkan punggung /menundukkan kepala (bowing) kepada rekan berlatihnya baik dalam posisi berdiri (ritsurei) ataupun duduk (zarei) . Hal ini merupakan bentuk Respect Expression yang tidak diniatkan dalam pengkultusan ataupun penyembahan kepada seseorang (rekan berlatih).

Walaupun bentuk bowing tersebut terlihat tidak sama 100% dengan gerakan ruku’ dan sujud dalam sholat, namun Islam melihatnya sebagai bentuk ruku’ dan sujud “yang belum disempurnakan” 100%, dimana para ulama sepakat bahwa sikap ruku’ dan sujud tersebut (membungkuk ataupun menunduk) tidak boleh diberikan kepada satu jenis makhlukpun karena ini adalah bentuk Peng-Agungan yang hanya untuk Allah yang Maha Besar

Handshake-810x500Oleh karena itu, untuk kehati-hatian dalam bermuamalah dan menjadikan aktivitas berlatih Aikido ini bernilai ibadah, berkah (bertambahnya kebaikan/manfaat) dan di Ridhoi Allah yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana, Jati Aikido Club (JAC) mengganti Bowing tersebut dengan Respect Expression dalam bentuk Salaman yaitu apakah dengan saling berjabat tangan ataupun menyatukan kedua telapak tangan didepan dada masing-masing dengan jari-jari menghadap ke atas (FIA NEWS Edisi Perdana Juni 2018)

???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wasallam :

Dari Sahabat Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu,    Beliau mengatakan :

“Seorang lelaki pernah mengatakan kepada Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam : Wahai Rasullullah, apabila salah seorang dari kami bertemu saudaranya atau sahabatnya, Bolehkah ia menunduk/membungkuk untuk menghormatinya ?”

Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam menjawab : “Tidak Boleh”

(HR. At-Tirmidzi No. 2728, Ibnu Majah No. 3702, Ahmad No. 13044, Al-Baihaqi dalam Kubro No. 13573, Derajat Hadist Hasan dan di Hasankan oleh Syaikh Al-Bani rohimahullah)

Hal serupa juga pernah di tanyakan kepada Para Ulama Al-Lajnah Ad-Daimah (Komite Tetap untuk Pembahasan Ilmiah dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia) :

“Apakah boleh seorang anak kecil menunduk/membungkuk kepada orang yang lebih tua ketika bertemu saat memberikan salam dalam rangka memberikan penghargaan ataupun penghormatan ?”

Para Ulama sepakat menjawab : Membungkuk ataupun menunduk tidak boleh diberikan kepada satu jenis makhlukpun karena perbuatan itu hanya boleh diberikan untuk Allah yang Maha Besar dalam rangka Meng-AgungkanNya.

Sikap bermuamalah seperti ini juga sesuai dengan Kaidah Fiqih yaitu :

“hukum asal dari sesuatu (muamalah) adalah mubah sampai ada dalil yang melarangnya (memakruhkannya atau mengharamkannya)”

“tidak boleh dilakukan suatu ibadah kecuali yang disyari’atkan oleh Allah, dan tidak dilarang suatu adat (muamalah) kecuali yang diharamkan oleh Allah”

 Bahkan Salaman tersebut memiliki nilai yang mulia dalam Islam, sebagaimana Hadist berikut :

Dari al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah.

HR Abu Dawud (no. 5212), at-Tirmidzi (no. 2727), Ibnu Majah (no. 3703) dan Ahmad (4/289), dinyatakan shahih oleh syaikh al-Albani dengan berbagai jalur dan pendukungnya dalam kitab Silasilatul Ahaaditsish Shahiihah (no. 525).

4. Aikido dan kedekatannya dengan ajaran Islam bagaikan hikmah/harta umat Islam yang hilang sehingga bagi seorang muslim yang menemukannya maka ambillah. Hal ini sebagaimana Hadist Rasulullah Muhammad S.A.W : “Hikmah adalah milik muslim yang hilang, dimana saja dia menemukannya, maka ia berhak mengambilnya.” (HR. Tirmidzi, 2611).

5.  Sikap dan perkataan O Sensei yang kental dengan unsur religiusitasnya mencerminkan kedekatan dengan prinsip ajaran islam, diantaranya :

alcohol_abusea. O Sensei pernah memberikan pernyataan yang tegas terkait minum-minuman keras sebagai berikut : ” Minum minuman keras mungkin akan membuatmu merasakan musim semi dalam hatimu, tetapi minuman itu menutup pintu menuju pencerahan !”, (Seni Damai -The Art of Peace, halaman 41), hal tersebut serupa dengan ajaran Islam yang melarang untuk meminum minuman keras (khamar), sebagaimana Firman Allah S.W.T dalam Surah Al-Ma’idah Ayat 90 :

5_90

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”. (5:90)

dan Hadits Rasulullah Muhammad S.A.W yang disampaikan oleh Ibnu Umar :

“Tiga golongan manusia yang Allah S.W.T. haramkan surga bagi mereka : Pecandu Khamar, Pendurhaka orang tua dan Dayyuts, yaitu orang yang tidak peduli dengan kehormatan istrinya”. (HR. Imam Ahmad dalam musnadnya)

b. O Sensei dalam buku Seni Damai -The Art of Peace, halaman 129 pernah mengatakan bahwa apabila kamu mengangguk dalam dalam kepada alam semesta, maka alam semesta akan mengangguk kembali kepadamu dan apabila kamu menyerukan nama Allah, maka seruan itu berkumandang di dalam dirimu. Hal ini serupa dengan ajaran Islam untuk mengingat Allah S.W.T agar hati/diri ini menjadi tentram, sebagaimana tercantum pada Surah Ar-Ra’d Ayat 28 :

13_28

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram”, (13:28).

Tentunya tulisan yang singkat ini belum seluruhnya merepresentasikan kedekatan Aikido dengan Islam, sehingga bisa menjadi ‘journey’ bagi masing masing diri kita untuk terus menggalinya, ber- Aikido dengan baik sehingga kita bisa memahami bahwa kita ber-Agama dan ber-Agama lebih baik sehingga kita bisa lebih baik ber-Aikidodan bagi seorang muslim semua diniatkan dalam rangka mencari keridhaan Allah S.W.T.

O Sensei dalam Golden Words nya :

Osenseigw“…..Prinsip Budo Sejati saya menerangi kepercayaan dan memimpin mereka ke arah kesempurnaan”.

“….Dengan ‘Do/Tao/Jalan’, dimaksudkan menjadi satu dengan kemauan Tuhan dan melatihnya. Jika kita terpisah dari kemauan Tuhan, yang kita lakukan bukanlah ‘Do/Tao/Jalan’”.

 

Wallahu’alam bissawab ( والله أعلمُ بالـصـواب  ).

Mico Chandra

(JAC Headquarter Aikido Dojo Sidoarjo, Surabaya Selatan Jawa Timur)