AIKIDOPRENEURSHIP

apokkRutinitas pekerjaan yang dilakukan setiap hari seringkali menimbulkan kejenuhan, terlebih lagi jenis pekerjaan yang tidak terkait langsung dengan hobbi yang kita sukai dan ‘terpaksa’ harus kita lakukan demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Entrepreneur yang sukses seringkali memulai usahanya dari apa yang mereka sukai yaitu terkait dengan hobbi-kegemaran mereka. Steve Jobs sang pendiri Apple Inc. yang sukses dengan perusahaannya tersebut sejak kecil sudah tertarik dengan dengan benda-benda elektronik dan gadget, dan di usia 12 tahun ia bergabung dengan the Hewlett-Packard Explorer Club untuk menyalurkan hobbinya mengutak-atik benda-benda tersebut. dbsjLebih spesifik lagi, Dan Brown, penulis paling kontroversial di abad ke-21, sang penulis buku Davinci Code yang total penjualan bukunya melebihi penjualan bible di seluruh dunia, memiliki hobbi mengarang cerita dan memecahkan misteri kode- teka-teki- bahkan sudah membuat buku pertamanya sejak ia belum bisa menulis dengan mendiktekan karangannya ke sang ibu. Dan dengan kegemarannya sebagai writer menjadikannya writerpreneurship. Merekalah dua contoh entrepreneur sukses yang menjadikan hobbinya sebagai pekerjaannya bahkan dengan hasil pendapatan yang tidak sedikit !

globeAikido yang  dilakukan apakah sebagai sebuah hobbi, sport, Martial Art ataupun The Way of Harmony dan terus dikembangkan sehingga begitu mendunia dan dikenal luas seperti sekarang ini, dapat menjadi potensi pasar bagi entrepreneurship -Aikidopreneurship- atas komunitas yang telah terbentuk tersebut dan tentunya diperlukan tingkat penerimaan yang baik agar dapat mengakses kedalam komunitas ini, diantaranya yaitu : dikenal sebagai seorang praktisi aikido, memiliki skill/teknik yang baik, pertemanan yang harmonis dengan sesama praktisi dan organisasi aikido lainnya,  manajemen organisasi yang profesional dan tentunya relevansi produk yang berkualitas.

O Sensei – Morihei Ueshiba – pernah mengatakan bahwa ” Aikido tidak diperuntukkan bagi suatu negara atau orang orang tertentu. Aikido ditujukan untuk memanifestasikan karya Tuhan”.worker

Hal ini menunjukkan bahwa  dalam penyebarannya aikido tidak bersifat ekslusif sehingga diharapkan dari tahun ke tahun aikido semakin besar dan memasyarakat diseluruh dunia. Namun, seringkali perkembangannya dibatasi oleh mahalnya iuran yang mesti dibayarkan oleh siswa/calon siswa ataupun minimnya ‘take home pay’ atas iuran yang didapatkan oleh instruktur. Tentunya tidak masalah bilamana Aikido yang dijalani sebagai hobbi bisa menjadi pekerjaan yang menghasilkan uang, tetapi bukankah iuran latihan tersebut hanya bagian kecil saja dari potensi pasar atas komunitas yang terbentuk ? terlebih lagi seperti yang O Sensei sebutkan diatas, “…..Aikido ditujukan untuk memanifestasikan karya Tuhan” dimana Aikido sebagai sebuah pelatihan Martial Art dan The Way of Harmony, sekaligus sebagai sebuah sarana aktualisasi diri dalam membentuk lingkungan dan generasi yang lebih baik. So, be wise on this ! be flexible according to salary level of the community or people who want to join into Aikido ! 

practice

 

Selain beberapa hal tersebut diatas, Hal lainnya yang dapat dilakukan oleh seorang Aikidopreneurship terkait komunitas ini diantaranya :

1. Promosi penjualan produk dan merchandise, baik yang terkait langsung dengan aikido, seperti : seragam latihan, weapon, dan aksesoris aikido lainnya ( www.jatiaikidoclub.com dan www.promolineous.com)

pl1

ataupun yang tidak terkait langsung dengan aikido (www.chandrataxsolution.com).

cts1

Hal ini karena secara umum komunitas yang terbentuk adalah pasar untuk mempromosikan beragam produk, dan bukankah komunitas tersebut juga berasal dari ragam kelompok masyarakat ? dan bukankah kita perlu crowd untuk memperkenalkan produk kita ?

2. Pelatihan Martial Art yang dilakukan di Aikido Dojo dan menghasilkan talenta-talenta berkualitas dapat menjadi source bagi Security Service Companies dalam pemenuhan kebutuhan pelatihan atas tenaga sekuriti yang dimilikinya, sehingga secara profesional dapat dilakukan kontrak kerjasama antara Organisasi Aikido dengan Security Sevice  Company tersebut. Hal ini seperti yang dilakukan antara Jati Aikido Club (JAC) Headquarter Aikido Dojo Sidoarjo dengan PT. Pragas Gadatama dalam pelatihan tenaga sekuriti yang ditempatkan di daerah Jakarta dan Surabaya, dan tentunya sharing fee yang diperoleh instruktur maupun Organisasi Aikido dari program ini lebih besar daripada sharing fee yang didapat pada dojo reguler.

secok

3. Sebagaimana poin no. 2 diatas, hal serupa dapat juga dilakukan tetapi dalam bentuk seminar-seminar ataupun beladiri praktis secara tematik, contohnya pelatihan beladiri diri praktis untuk anak-anak dan wanita. Hal seperti ini pernah dilakukan beberapa organisasi Aikido diantaranya :

A. Jati Aikido Club (JAC) Headquarter Aikido Dojo Sidoarjo bekerjasama dengan komunitas Indonesia Writing Edu Center (IWEC) dalam memberikan Pelatihan Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak di Graha IWEC, Jl. Jemursari Selatan VIII/6 Surabaya, Jawa Timur

iwec

ksdB. Padepokan Aikido Indonesia (PAI) yang bekerjasama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dalam menyelenggarakan seminar/pelatihan beladiri praktis untuk anak-anak guna menghindari tindakan bullying yang akhir-akhir ini sering terjadi.

demikianlah beberapa hal yang  tentunya hanyalah sebagian dari potensi pasar lainnya yang dapat diambil dari komunitas yang terbentuk ini, sehinga diharapkan pelatihan aikido yang dilakukan dapat terus dikembangkan tidak hanya dari sisi teknik dan pengembangan dojo tetapi juga aspek aikidopreneurship nya.

Selamat Berlatih !

Wallahu’alam bissawab ( والله أعلمُ بالـصـواب  ).

Mico Chandra

(JAC Headquarter Aikido Dojo Sidoarjo, Surabaya Selatan Jawa Timur)

(English Translation)