All posts by myjac

YUDANSHA EXAM @ HIS 2019

jac2019

MasyaAllah Tabarakallah…

Congratulations for succesfully passing the Aikido Grading Examinations @ Hombu Instructor Seminar (HIS) 2019 to :
1. Mico Chandra Sensei (4th Dan/Yondan)
2. M. Jaya Saputra (1st Dan/Shodan)
3. Gatot Suryantoro (1st Dan/Shodan)
4. Akhmad Mudofir (1st Dan/Shodan)
at Indosat Auditorium, Jakarta, March 17, 2019

allhis2019

RESPECT EXPRESSION

bowing web…Aikido dengan pengaruh budaya Jepang didalamnya terbiasa melakukan penghormatan dalam bentuk membungkukkan punggung /menundukkan kepala (bowing) kepada rekan berlatihnya baik dalam posisi berdiri (ritsurei) ataupun duduk (zarei) . Hal ini merupakan bentuk Respect Expression yang tidak diniatkan dalam pengkultusan ataupun bowsholatpenyembahan kepada seseorang (rekan berlatih).

Walaupun bentuk bowing tersebut terlihat tidak sama 100% dengan gerakan ruku’ dan sujud dalam sholat, namun Islam melihatnya sebagai bentuk ruku’ dan sujud “yang belum disempurnakan” 100%, dimana para ulama sepakat bahwa sikap ruku’ dan sujud tersebut (membungkuk ataupun menunduk) tidak boleh diberikan kepada satu jenis makhlukpun karena ini adalah bentuk Peng-Agungan yang hanya untuk Allah yang Maha Besar

Handshake-810x500Oleh karena itu, untuk kehati-hatian dalam bermuamalah dan menjadikan aktivitas berlatih Aikido ini bernilai ibadah, berkah (bertambahnya kebaikan/manfaat) dan di Ridhoi Allah yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana, Jati Aikido Club (JAC) mengganti Bowing tersebut dengan Respect Expression dalam bentuk Salaman yaitu apakah dengan saling berjabat tangan ataupun menyatukan kedua telapak tangan didepan dada masing-masing dengan jari-jari menghadap ke atas.???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wasallam :

Dari Sahabat Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu,    Beliau mengatakan :

“Seorang lelaki pernah mengatakan kepada Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam : Wahai Rasullullah, apabila salah seorang dari kami bertemu saudaranya atau sahabatnya, Bolehkah ia menunduk/membungkuk untuk menghormatinya ?”

Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam menjawab : “Tidak Boleh”

(HR. At-Tirmidzi No. 2728, Ibnu Majah No. 3702, Ahmad No. 13044, Al-Baihaqi dalam Kubro No. 13573, Derajat Hadist Hasan dan di Hasankan oleh Syaikh Al-Bani rohimahullah)

Hal serupa juga pernah di tanyakan kepada Para Ulama Al-Lajnah Ad-Daimah (Komite Tetap untuk Pembahasan Ilmiah dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia) :

“Apakah boleh seorang anak kecil menunduk/membungkuk kepada orang yang lebih tua ketika bertemu saat memberikan salam dalam rangka memberikan penghargaan ataupun penghormatan ?”

Para Ulama sepakat menjawab : Membungkuk ataupun menunduk tidak boleh diberikan kepada satu jenis makhlukpun karena perbuatan itu hanya boleh diberikan untuk Allah yang Maha Besar dalam rangka Meng-AgungkanNya.

Sikap bermuamalah seperti ini juga sesuai dengan Kaidah Fiqih  yaitu :

“hukum asal dari sesuatu (muamalah) adalah mubah sampai ada dalil yang melarangnya (memakruhkannya atau mengharamkannya)”

“tidak boleh dilakukan suatu ibadah kecuali yang disyari’atkan oleh Allah, dan tidak dilarang suatu adat (muamalah) kecuali yang diharamkan oleh Allah”

Bahkan Salaman tersebut memiliki nilai yang mulia dalam Islam, sebagaimana Hadist berikut :

Dari al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah.

HR Abu Dawud (no. 5212), at-Tirmidzi (no. 2727), Ibnu Majah (no. 3703) dan Ahmad (4/289), dinyatakan shahih oleh syaikh al-Albani dengan berbagai jalur dan pendukungnya dalam kitab Silasilatul Ahaaditsish Shahiihah (no. 525). ….

Selengkapnya lihat artikelAikido dan Islam dan Buletin FIA NEWS Edisi Perdana Juni 2018