MARTIAL ART DAN AL-’ASHR

fpic2 Sejarah telah mencatat banyak peperangan yang terjadi dari masa ke masa, mulai dari perang di Era Yunani (1200 SM) s.d masa sekarang (Agresi Israel terhadap Palestina)-wikipedia-, bahkan lebih dari itu masih terdapat kemungkinan perang-perang lainnya yang tidak/belum tercatat dalam buku-buku /literatur sejarah.

Perang sangat mungkin terjadi karena adanya pemerintahan tirani yang melahirkan pemberontakan dari rakyat/kelompok tertentu untuk menghentikan penindasan yang terus terjadi. Perang ini dimaksudkan untuk mengembalikan keadaan pada kondisi yang harmonis dengan mengakhiri pemerintahan tirani tersebut.

perangPerang sekaligus menjadi pembuktian yang paling tegas terkait ‘siapa jati diri kita sebenarnya’ dengan pilihan keberpihakan yang kita ambil, apakah Pro Pemerintah Tirani, Pejuang Kebenaran dan Keadilan, atau Tidak Kedua-duanya (oportunis) ?

3_166

3_167

“Dan apa yang menimpa kamu pada hari bertemunya dua pasukan, maka (kekalahan) itu adalah dengan izin (takdir) Allah, dan agar Allah mengetahui siapa orang-orang yang beriman. (QS. Ali-Imran (3) : 166)

Dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan: “Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)”. Mereka berkata: “Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu”. Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran daripada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan”. (QS. Ali-Imran (3) : 167)

Dalam kehidupan sehari-haripun sebenarnya selalu berkecamuk ‘perang’ didalam diri kita terkait pilihan sikap yang kita ambil, apakah atas tindakan yang kita ambil kita juga peduli dengan kebaikan lingkungan dan orang lain atau hanya mementingkan diri sendiri ? apakah sudah cukup yang penting saya baik dan tidak merugikan orang lain dan lingkungan (soleh secara pribadi) atau perlu juga mengajak dan menyeru yang lainnya agar menjadi baik ?

Dalam kutipan Surah Al-’Ashr diatas dapat kita pahami bahwa soleh secara pribadi yaitu beriman dan beramal soleh saja tidaklah cukup, tetapi harus juga mengajak dan menyeru yang lainnya agar menjadi baik yaitu berani speak up dalam menyuarakan kebenaran dan kesabaran.

timbngn

 Keempat elemen tersebut yaitu iman, amal soleh, menasehati dalam kebenaran dan menasehati dalam kesabaran harus terangkum menjadi satu dan tidak boleh terpisah atau kurang salah satunya yang berakibat kita menjadi kelompok orang yang merugi. Sebaik apapun kita bilamana tidak berusaha (tidak berani) untuk menasehati lingkungan  yang rusak yang kita ada didalamnya, maka tinggal menunggu waktu saja kita untuk terlindas oleh dominasi keburukannya dan menjadi bagian dari keburukan itu sendiri.

russel“Dunia dalam masalah besar kalau orang-orang bodoh sangat percaya diri (berani) dan orang-orang pintar tenggelam dalam keraguan (pengecut)”. (Bertrand Russell, Filsuf Inggris, 1872 – 1970)

Mudah saja untuk menjadi soleh secara pribadi, tetapi untuk berani speak up dalam menyuarakan (menasehati) kebenaran dan mengajak kepada sabar bukanlah perkara mudah. Keberanian speak up dan action dalam 2 perkara ini melahirkan konsekuensi yang harus siap dihadapi, diantaranya bisa berupa cemoohan, pengucilan diri atau bahkan intimidasi fisik yang mengancam keselamatan diri dan jiwa kita, bahkan hal ini sekaligus menjadi bukti kongkrit kesolehan dan keimanan kita kepada Nya.

29_2

29_3

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al-Ankabut [29] : 2-3)

armySahabat Rasulullah Muhammad S.A.W yaitu Umar Bin Khatab  r.a dan Khalid Bin Walid (Saifullah Al-Maslul-Pedang Allah yang terhunus) adalah 2 contoh yang berani didalam speak up dan action dalam menegakkan kebenaran dan keadilan. Dibawah kepemimpinan khalifah Umar Bin Khatab, Islam menyebar hampir di duapertiga dunia dan Khalid Bin Walid adalah Panglima Perang Islam yang tidak pernah terkalahkan di sepanjang karirnya dalam  lebih dari 100 peperangan bahkan pernah harus menggunakan 9 kali ganti pedang karena pedangnya patah ketika bertempur melawan pasukan Romawi. Mereka berdua adalah praktisi beladiri yang mahir baik dalam menggunakan senjata maupun tangan kosong.

Terkait hal ini, dapat kita ketahui bahwa pelatihan dan penguasaan martial art (beladiri) yang baik dapat sangat membantu dalam menumbuhkan sikap ‘berani’ tersebut dan Aikido bisa menjadi salah satu referensi Budo yang relevan dan bahkan Aikido dengan karakternya yang harmonis menjadi highly recommended Budo bagi para Da’i/Penyeru Dakwah didalam mengajak umat ke jalan yang baik dan benar.

thesenseiAikido sebagai The Way of Harmony melatih praktisinya untuk dapat mengolah kondisi yang tidak harmonis (disharmony)  menjadi harmonis (harmony) yang tercermin tidak hanya secara fisik atau teknik atas serangan yang datang tetapi juga cara berpikir dan konsep pemahaman/filosofis, diantaranya tampak pada maksud simbol 7 Lipatan pada Hakama - Hakama dipakai dalam uniform berlatih-, yaitu :

1. The Truth / Kebenaran

2. Respect & Honor / Menghormati dan Kehormatan

3. Honesty & Sincerity / Kejujuran dan Ketulusan

4. Loyalty / Kesetiaan

5. Courtesy / Sopan Santun

6. Knowledge and Wisdom / Pengetahuan dan Kebijaksanaan

7. Courage / Keberanian

Dari uraian singkat tersebut diatas dapat kita simpulkan bahwa mereka yang beruntung dan mulia kehidupannya di hadapan Allah S.W.T adalah mereka yang tidak hanya soleh secara pribadi sebagai seorang yang beriman dan beramal soleh tetapi juga berani menyampaikan (menasehati) dalam kebenaran dan kesabaran,

31_17

“Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”  (QS. Luqman [31] : 17)

dan semoga pelatihan Martial Art  yang dilakukan tersebut bukan sekedar olahraga, pertunjukan ataupun gaya hidup semata tetapi utamanya melahirkan pribadi-pribadi yang harmonis dan berani didalam kehidupannya, sebagaimana pernah di sampaikan oleh         O Sensei bahwa Bushido (the way of the samurai life) bukan belajar bagaimana mati, tetapi belajar bagaimana hidup, dan sebagaimana juga disampaikan oleh Founder of Kyokushin Karate, Masutatsu Oyama tentang Budo (the way of the martial art), yaitu :

karate1

Wallahu’alam bissawab ( والله أعلمُ بالـصـواب  )

Mico Chandra

(JAC Headquarter Aikido Dojo Sidoarjo, Surabaya Selatan Jawa Timur)