PENTINGNYA SEORANG MUSLIM MEMILIKI KEAHLIAN BELADIRI

apokk2Sejarah eksistensi suatu bangsa tidak akan terlepas dari adanya upaya pertahanan diri dari ancaman pemusnahan oleh lawan-lawannya, begitupula dengan umat islam, dalam hal ini umat Rasullullah Muhammad S.A.W., telah dan selalu diingatkan sejak 1400 tahun yang lalu melalui kitab sucinya, Al-Quran, untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi ancaman permusuhan dan penyerangan yang dilakukan oleh mereka yang tidak senang dengan keberadaan dan syiar umat islam.

860

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)”. (Al-Anfal 8:60)

Oleh karena itu, penting dan bahkan wajib bagi setiap muslim untuk membekali dirinya dengan keahlian Beladiri karena serangan yang muncul seringkali dilakukan tanpa menunggu kesiapan dari kita, bisa terjadi dimanapun, kapanpun, dan tanpa perduli siapapun korbannya…semua kalangan mulai dari anak-anak sampai orang tua, pria maupun wanita.

Alhamdulillah, kesadaran ini mulai dimunculkan khususnya disekitaran wilayah Bekasi dengan terselenggaranya Seminar Beladiri tentang Pentingnya Seorang Muslim untuk Memiliki Keahlian Beladiri dengan Pemateri Mico Chandra Sensei (Aikido Instructor and Founder of Jati Aikido Club) dan Agus Sujatmiko (Relawan di Daerah Konflik)

seminar

(Seminar Beladiri JAC Jakarta-Bekasi, 29 November 2015)

Berikut bebarapa faktor penguat lainnya terkait urgensi seorang muslim memiliki keahlian beladiri agar selalu dalam kondisi waspada dan siap siaga :

a.  Defaultnya orang-orang baik (mukmin) selalu menjadi sasaran    bullying

858

“Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji”. (Al-Buruj 85:8)

2217

” … Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. ..”. (Al Baqarah 2:217)

Bahkan Albert Eeinstein pun pernah mengungkapkan :

“Great spirits have always encountered violent opposition from mediocre minds”. (Albert Einstein – Bushido Code)

b.  Sejarah dan eksistensi umat islam yang berkembang s.d saat ini tidak terlepas dari adanya peperangan

#  Sejarah mencatat setidaknya ada lebih dari 100 pertempuran yang dialami oleh Khalid bin Walid. 1 generasi yang melewati lebih dari 100x pertempuran

#  Pertempuran dan pergolakan yang masih terus terjadi : Suriah, Palestina, Iraq, Yaman, Indonesia dst

#  Kejayaan Islam selalu diawali dengan adanya peperangan, bahkan kejayaan islam di akhir zaman kelak yang akan hadir bersama Al Mahdi juga disertai dengan adanya peperangan2 untuk membebaskan umat dari kesewenang-wenangan dan kezaliman

“Aku kabarkan gambar gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah Umatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR. Ahmad)

army

Imam Mahdi akan mengibarkan panji-panji Jihad fi sabilillah, dan akan memerdekakan negeri-negeri Islam yang dikuasai kaum Kafir. Imam Mahdi akan memimpin berbagai peperangan yang dimulai dari Jazirah Arab kemudian dilanjut ke negeri Persia dan kemudian Negeri Rum dan Allah memberinya kemenangan. Al-Mahdi didukung oleh pasukan Islam yang berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagaimana generasi awal umat Islam. Pasukan pembela Al-Mahdi ini memegang panji-panji Hitam, seperti bendera yang dibawa pasukan Rasulullah.

#  Bahkan Habib Umar Bin Muhammmad Bin Salim Bin Hafizh (Ulama Aswaja dari Hadhramaut Yaman) mengatakan bahwa 8 ulama besar di Yaman telah bermimpi bahwa ikatan Dajjal telah lepas dan bagi yang berumur panjang sebentar lagi akan menyaksikan kejayaan islam

#  Perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan R.I dengan umat islam digarda terdepan

-  Perjuangan P. Diponegoro, Cut Nyak Dien, Imam Bonjol semua bernafaskan jihad

-  Resolusi jihad yang dilontarkan K.H. Hasyim Asy’ari terhadap pasukan NICA Belanda dan sekutu

-  Perjuangan Lasykar Hisbullah-Sabilillah yang kemudian diteruskan oleh Markas Ulama Asykar Perang Sabil (APS) bersama pasukan TNI dari Siliwangi melawan Pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) 18 September 1948 ( dipimpin oleh Muso dan Amir Syarifuddin ), yang akan menghancurkan NKRI dan akan membentuk Pemerintahan Komunis Indonesia

Dr. Douwwes Dekker ( Setyabudi Danudirdja) menyatakan bahwa :  Apabila Tidak ada semangat Islam di Indonesia, sudah lama kebangsaan  yang sebenarnya lenyap dari Indonesia” (dalam Aboebakar Atjeh: 1957, hlm.729).

c.  Sebenarnya-default nya/fitrahnya umat islam adalah tentara/pejuang/ksatria

#  “Pada akhirnya umat Islam akan menjadi pasukan perang : satu pasukan di Syam, satu pasukan di Yaman, dan satu pasukan lagi di Iraq. Ibnu Hawalah bertanya: Wahai Rasulullah, pilihkan untukku jika aku mengalaminya. Nabi saw: Hendaklah kalian memilih Syam, karena ia adalah negeri pilihan Allah, yang Allah kumpulkan di sana hamba-hamba pilihan-Nya, jika tak bisa hendaklah kalian memilih Yaman dan berilah minum (hewan kalian) dari kolam-kolam (di lembahnya), karena Allah menjamin untukku negeri Syam dan penduduknya.” (HR. Imam Ahmad)

#  Tidak ada kejayaan dan keindahan islam yang muncul dimuka bumi tanpa sebelumnya diraih dengan perjuangan dan peperangan terhadap kaum yang zholim,

katanaSesungguhnya pintu surga itu ada di bawah kilatan pedang (HR Bukhari dan Muslim dan Abu Daud) dan Sesungguhnya pedang itu menghapus dosa-dosa  (HR Muslim, Tirmizi dan Ahmad)

Hal ini sejalan sebagaimana disebutkan dalam “The Seven Virtues of Bushido” ( 7 Nilai Ksatria ) :

bushidojac

khususnya YU(U) atau Heroic Courage dimana Hidup seperti kura-kura yang menutup diri dengan tempurungnya adalah bukan kehidupan, kehidupan seorang pejuang harus memiliki semangat kepahlawanan, hal ini beresiko tinggi tetapi akan memunculkan kehidupan yang lengkap, berkelimpahan dan indah.

d.  Ada 1 jenis setan yang tidak cukup diusir/dikalahkan dengan ruqyah…tapi harus dihadapi/dilawan/diperangi…yaitu setan dari golongan manusia

1146

“Dari (golongan) jin dan manusia”. (An-Nas 114:6)

e.  Kewajiban untuk menjaga dan memelihara adh-Dharuriyat al-Khamsu (lima perkara mendesak pada kehidupan manusia), yaitu agama, jiwa, keturunan, akal dan harta

Jika menjaga dan memelihara  adh-Dharuriyat al-Khamsu adalah sebuah kewajiban sedangkan terlaksananya hal tersebut dengan memiliki keahlian beladiri, maka dalam hal ini mempelajari dan memiliki keahlian beladiri hukumnya wajib. Hal tersebut sesuai dengan kaidah fiqih yang menyebutkan bahwa :

Jika sebuah kewajiban tidak terlaksana kecuali dengan sesuatu, maka sesuatu itu wajib pula hukumnya” atau “Hukum sarana/wasilah adalah sama dengan hukum tujuan”. (A. Djazuli, Kaidah-Kaidah Fiqh (Jakarta: Kencana 2010) cet. 3 Hal. 96)

f. Pahamilah sesungguhnya keberadaan musuhmu adalah Sunnatullah

2_36

“Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”. (Al-Baqarah 2:36)

2_137

“Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Al-Baqarah 2:137)

Bilamana uraian diatas sudah cukup untuk membuat kita sadar akan pentingnya memiliki pemahaman dan keahlian beladiri, lalu mengapa masih ada diantara kita yang masih meragukannya bahkan tidak memperdulikannya ?

Berikut beberapa faktor sebab belum munculnya kesadaran akan pentingnya pemahaman dan memiliki keahlian beladiri :

a.  Memang belum sampai kepadanya pengetahuan tersebut

InsyaAllah uraian artikel ini cukup menjelaskan bagi mereka yang belum sampai pengetahuan ini kepadanya

b.  Wahn (Cinta Dunia dan Takut Mati)

“Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah bersabda,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

wahn

c.  Banyaknya kemaksiatan dan minimnya sunnah yang di lakukan dalam kesehariannya

Hal ini dapat dijelaskan sbb :

#  Tertundanya kemenangan pasukan islam membuka kota mesir karena belum bersiwak

#  Ketika Umar bin Khattab mengirimkan bala tentara yang dipimpin oleh Saad bin Abi Waqqas untuk melawan kaum Persia pada peperangan Al-Qadisiyyah, beliau berpesan kepada Saad: “Takutilah dosamu melebihi kau takut musuhmu karena dosamu lebih berbahaya daripada musuhmu. Kita bisa menang karena dosa mereka melebihi dosa kita, bukan karena alasan yang lain. Jika dosa kita imbang dengan dosa musuh kita, maka mereka akan mengalahkan kita karena jumlah dan sumber daya mereka yang lebih banyak.”

#  Dosa tidak hanya perkara pribadi antara kita dengan Allah. Namun dosa dapat membuat perbedaan antara kalah atau menang. Setiap dosa yang kita lakukan adalah alasan mengapa Allah menunda untuk memberi pertolongan, keselamatan, dan kemenangan

selain pentingnya akan pemahaman sebagaimana uraian diatas, bukankah umat islam mengetahui bahwa Syahid (berjuang dan meninggal di jalan Allah SWT) adalah cita-cita tertinggi seorang mukmin ? ataukah…Terlalu ngeri mendengar nya karena masih terlalu jauh untuk memahaminya…sebab begitu banyak dinding/sekat yang menghalanginya, sementara si Syuhada ingin dihidupkan kembali ke dunia untuk menggapai syahid lagi dan lagi….

Dari Anas bin Malik radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:

“Tidak seorangpun yang masuk surga namun dia suka untuk kembali ke dunia padahal dia hanya mempunyai sedikit harta di bumi, kecuali orang yang mati syahid. Dia berangan-angan untuk kembali ke dunia kemudian berperang lalu terbunuh hingga sepuluh kali karena dia melihat keistimewaan karamah (mati syahid).”
[ HR. Al-Bukhari no. 2817 dan Muslim no. 1877]

ataukah..menunggu sampai semuanya terjadi….terlambat ! (karena tidak adanya security awareness), sehingga :

#  Penyerangan musuh telah terjadi di depan mata kita dan di halaman rumah kita dan

#  Persiapan dan penyerangan musuh telah terorganisir, atau

#  Hanya karena untuk bersiasat dan bergabung dengan pasukan lain kita boleh mundur dalam pertempuran bukan cari aman sendiri dan menjadi golongan yang duduk2 saja ketika panggilan jihad datang bahkan bersedia bersegera menjadi kafir bilamana diminta…Nauzubillah

815

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur)”. (Al Anfal 8:15)

816

“Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya”. (Al Anfal 8:16)

495

“Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar”. (An Nisa 4:95)

552

“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana”. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka”. (Al Maidah 5:52)

Dari semua uraian diatas maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

  1. Sudahkan kita sebagai seorang muslim/umat islam sadar akan adanya (potensi) ancaman bahaya yang setiap saat  bisa muncul kehadapan kita ?
  2. Sudahkah kita sadar bahwa umat islam adalah generasi yang dilahirkan dan ditakdirkan sebagai pejuang ?
  3. Sudahkan kita paham bahwa wajib hukumnya mempelajari dan memiliki keahlian beladiri di (akhir) zaman yang penuh fitnah ini untuk menjaga dan memelihara  adh-Dharuriyat al-Khamsu ?
  4. Sudahkah kita mempersiapkan diri dengan bekal beladiri maupun senjata guna menghadapi kemunculan ancaman tersebut ? Beladiri apa? Senjata pribadi apa?
  5. Sudahkah kita merutinkan untuk melatih skill martial art tsb terus menerus ? 

omar

wallahualam

Mico Chandra

(JAC Headquarter Aikido Dojo Sidoarjo, Surabaya Selatan Jawa Timur)